16 Februari 2009

Rindu Mereka Sesuatu

Panglima perang datang mendobrak dengan mengangkat pedang
Suara lantang terucap dari mulut yang kering tersedot matahari
Peperangan pun segera dimulai
Ribuan pedang teracung diatas kepala yang terbalut oleh darah


Di tengah-tengah tanah yang gersang akan kesejahteraan
Di bawah langit mendung akan penderitaan yang dialami
Di pinggiran batu-batu besar yang diam membusungkan dada
Di atas air yang berubah menjadi bau amis darah

Mereka sibuk berperang melawan semua ini
Janji murahan yang telah membuat mereka seperti ini
Penghianatan dari seorang panglima perang
Kemanakah panglima perang itu??


Ternyata…
Dia hanya duduk manis di bangku kekuasaan
Dia hanya melebarkan mulut manisnya di antara raut muka garang
Dia membebankan semua ini kepada para prajurit
Gelegar petir semoga menghantam dinding keangkuhannya
Menghanguskaan mulut dan muka manisnya
Memaksa merasakan genderang perang dengan keadaan




oleh janwar

7 komentar:

Umi Rina mengatakan...

Panglima perang memukul genderang perang
Para prajurit semangat mengangkat pedang

Para prajurit maju menyerang menerjang
Panglima perang diam ditempat hanya memandang...

Nasib...nasib... jadi prajurit rendahan...
Cuma jadi korban perang jelmaan...

Jangan mau jadi prajurit murahan...
Mati sia-sia dan terlupakan...

Senoaji mengatakan...

wahhhh panglima perang kurang ajar tuh... kayaknya kudu di sniper kepalanya... wkwkwkwkwkwkkwwkwkwk

bagus pras mengatakan...

namanya juga panglima, yang maju pertama kali ke medan perang ya para kopral.

Ada 2 pasal tentan Panglima.

Pasal 1. Panglima tidak pernah salah.
Pasal 2. Bila Panglima salah, lihat Pasal 1.

Dhe mengatakan...

:?

semoga saja!!
petir itu mendengar pinta
dan datang mematahkan bangku kuasanya.. :)

The Dexter mengatakan...

hemm.... enaknya, semoga semua rakyat Indonesia mau menjadikan rasa diri sebagai panglima bagi masing-masing pribadi. Supaya tidak muncul generasi "panglima" yang seperti itu lagi.

The Dexter mengatakan...

Lama nggak mampir mas, maaf, baru pulang dari bali...

dewi mengatakan...

cari panglima yang gak asal cuap tapi yang punya otak dan berani bertindak untuk kepentingan rakyat

Posting Komentar

Silakan berkomentar tentang kami sesuka anda. Kami terima apapun dari anda termasuk kepahitan kata-kata anda. terima kasih!

Dipersembahkan oleh - Kopi Sastra | eblogtemplates Semua karya sastra dalam blog ini boleh dipublikasikan ulang dengan syarat mencantumkan Nama Pengarang dan Link KOPI Sastra