25 Januari 2009

Filosofi Upil

aku berasal dari lendir lelahmu--yang kau biarkan
aku kecil, berada di saluran nafasmu
kau tak pedulikan aku
karena menurutmu tak perlu

lama-lama, tanpa kau sadari
aku membesar
bisa menyesakkan nafasmu
kau merasa tak nyaman
barulah kau sadar keberadaanku di dirimu

hingga kau mencari-cari aku
kau bermain denganku
kau kuasai aku

kau berani menggumpalku di jari indahmu
namun kau tak berani sentuh milik orang lain

walau kau membuangku
karena aku hanyalah aku
tapi aku akan terus sesakkan nafasmu
karena akulah milikmu


oleh
wahyudimalamhari

8 komentar:

Lis Indra mengatakan...

Apa sesungguhnya "filosofi upil" mu itu?
Adakah maksud yang tersembunyi?
Hari ini akal pikirku terlalu kelu
sehingga tak bisa maknai "upil" mu, Kawan....!

Umi Rina mengatakan...

Ampuuun dech... pagi2 dah dikasih 'Upil'... :@

bagus pras mengatakan...

biarlah upilmu menyatu dalam dirimu..
karena upilmu tak seindah upilku

bewe mengatakan...

Dalam upil kita bersaudara!

Ayu Laksmi mengatakan...

Yang gw tahu...
Upil itu asin (coba deh rasain..)
Asin itu garam
Garam itu di laut
laut itu biru
biru itu yang jadi background blog ini..
jadi kesimpulannya :
Background blog ini dari Upil
wakakakaka.....

i_cha mengatakan...

Kreatif bgt sampe-sampe upil di jadikan tema puisi, tob dech,,,,,

Daniel Azhari mengatakan...

Mantap cuy...
sukses ya...

silahkan mampir..
http://gitarkeren.blogspot.com

Firmans' ZONE mengatakan...

oalah ... agus ... agus ....

http://firman.web.id

Posting Komentar

Silakan berkomentar tentang kami sesuka anda. Kami terima apapun dari anda termasuk kepahitan kata-kata anda. terima kasih!

Dipersembahkan oleh - Kopi Sastra | eblogtemplates Semua karya sastra dalam blog ini boleh dipublikasikan ulang dengan syarat mencantumkan Nama Pengarang dan Link KOPI Sastra