22 Juli 2010

Romansa Bibir Sumbing

sembunyi di bawah tebing itu
kutahu dari aroma kayu putihmu
kau berguru pada kabut senja
menghargai sang pengelana

belerang...........!
janganlah kau tebar aromamu dulu
tidakkah kau lihat jurang itu
yang coba merayuku
elang pun searah angin
menertawaiku yang malumalu ingin

kawan,
tahukah kau doa edelweis
segeralah senja berlalu
dan mentari bermalasmalas
esok pagi

huh,
setelah beberapa hela nafas
kampungkampung itu peluhku
rumput kering nodaku
lolong anjing hutan iramaku
masih bisa ternyata
lampu kota membuatmu lupa
jejakmu di batas vegetasi

ladang kentang...........!
masihkah kau jadi sahabatku?



Teguh Setiawan
Kebon Jeruk, 2005

3 komentar:

yansDalamJeda mengatakan...

hmmmmm...maknyus!

Anonim mengatakan...

Sakit hati setelah bahagia...?!

Majelis Arriyadh mengatakan...

wa mantap ni buat cari ilmu dan pengalaman

Posting Komentar

Silakan berkomentar tentang kami sesuka anda. Kami terima apapun dari anda termasuk kepahitan kata-kata anda. terima kasih!

Dipersembahkan oleh - Kopi Sastra | eblogtemplates Semua karya sastra dalam blog ini boleh dipublikasikan ulang dengan syarat mencantumkan Nama Pengarang dan Link KOPI Sastra