02 Maret 2010

Meisya Rismawati (Bagian 1)


Hari, pria muda yang baru berusia 36 tahun itu terus saja menghawatirkan keadaan hatinya saat ini. Masalahnya sekarang hadir Meisya, perempuan muda yang kini meracuni perasaannya dengan senyum yang tak bisa dia lupakan. Dia terus saja termenung di sudut kamar menyesali semua yang sudah terjadi.

Hari merasa ada perasaan aneh dalam hatinya. Meisya terus saja bereaksi dalam hatinya, menghancurkan perasaannya kepada Risla, isrtinya yang selama ini paling setia. Kemelut antara menikmati atau melupakan di dalam hatinya semakin rumit. Hari yang mengutamakan kepercayaan tak pernah mau menyakiti perasaan Risla yang sangat percaya kepadanya. Tapi Meisya terus saja menguliti perasaannya kepada Risla.

Sesungguhnya Meisya bukan perempuan yang memegang titel perawan atau janda. Dia juga punya suami, Toni namanya. Namun, hubungan mereka seperti tak begitu sejalan. Toni yang possesive menjadikan Meisya merasa terkekang. Siapa pun pria yang dekat dengannya selalu menjadi bahan pertikaian mereka. Bahkan, kebanyakan Toni selalu tidak menyukai teman pria Meisya.

Pertemuan Hari dan Meisya memang sangat sederhana. Merekan bertemu di kereta. Saat itu, Hari yang setiap hari berangkat bekerja menggunakan fasilitas kendaraan darat yang memiliki jalur sendiri ini tidak sengaja duduk di dekat Meisya yang sedang menangis karena pertengkarannya dengan Toni. Hari yang selalu iba jika melihat seorang perempuan menangis, berusaha menenangkan dan menanyakan hal apa yang membuatnya menangis. Hari takut perempuan cantik berpostur tubuh tinggi itu adalah korban kejahatan.

Ketika Hari berusaha menenangkan, Meisya yang sedang menangis malah tersenyum manis melihat Hari. Meisya bermaksud berusaha terlihat tidak apa-apa di depan orang lain. Namun, Senyum manis inilah yang sampai sekarang terus membuat Hari semakin tak bisa melepaskan diri dari Meisya.

Meisya berusaha untuk terus tenang. Melihat Meisya yang semakin membaik, hari berusaha menghibur Meisya dengan candaan ringan yang memang dia miliki cukup banyak. Hari memang cukup lihai dalam bercanda. Lalu mereka memulai obrolan ringan dan saling mengenalkan diri. Mulai dari sinilah Hari dan Meisya saling mengenal dan semakin hampir setiap hari mereka bertemu, bahkan terkadang membuat janji untuk sekedar makan siang atau pulang bersama.

Semakin hari mereka semakin dekat. Hari bahkan sering menceritakan semua kehidupannya termasuk hubungannya dengan sang istri, hingga membicarakan tentang dirinya yang begitu mendambakan seorang anak. Kebetulan Hari dan Meisya sama-sama belum memiliki anak. Begitu pula Meisya, dia bahkan sering mengeluhkan suaminya yang terlalu possesive itu kepada Hari.

Sesungguhnya Meisya juga memiliki perasaan yang aneh, yang tak jauh berbeda dengan yang dirasakan Hari. Dia merasa ada perbedaan antara Hari dan Toni, Suaminya. Hari begitu perhatian dan memberi kepercayaan, membuat Meisya merasa nyaman bila berada dekat Hari. Hal inilah yang membuat Meisya merahasiakan hubungan pertemanannya dengan Hari kepada suaminya. Meisya takut jika Toni mengetahuinya, hubungannya dengan Hari pasti harus diakhiri. Meisya takut kehilangan orang yang sangat perhatian seperti Hari.

Hari yang selama dua tahun pernikahannya dengan Risla selalu mengutamakan kepercayaan dan kejujuran harus membohongi sang istri. Dia pun merahasiakan hubungannya dengan Meisya kepada Risla. Hari merasa sulit untuk mengungkapkan hubungannya itu kepada Risla. Mungkin ada hal lain yang membuatnya tak ingin jujur.

Satu tahun sudah hubungan mereka berjalan. Banyak yang sudah mereka lakukan di luar tanggung jawab kepada istri atau suami masing-masing. Mereka tak lagi mempedulikan hubungan resmi yang dimiliki masing-masing. Hari dan Meisya semakin dekat, bahkan sangat dekat. Terkadang mereka pergi ke luar kota bersama selama berhari-hari dengan alasan pekerjaaan kepada masing-masing pasangan. Mereka bahkan menginap di hotel dengan satu kamar yang sama.

Selama ini hubungan mereka tak tercium oleh Toni atau Risla. Meisya yang memiliki banyak alasan, cukup untuk membuat Toni percaya. Sedangkan Risla yang memang sangat percaya kepada Hari, tak pernah mencurigai hari. Mereka merasa semua semakin tenang.

Namun, Hari sadar bahwa sesuatu yang dia sembunyikan mungkin suatu saat bisa diketahui sang istri atau mungkin Toni mengetahui hubungan mereka. Bisa saja ada orang lain yang mengetahui hubungan mereka dan melaporkannya kepada Risla atau Toni. Akan tetapi perasaan yang kini dia nikmati lebih besar dari kekhawatirannya terhadap terbongkarnya hubungannya dengan Meisya.




oleh
wahyudimalamhari

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan berkomentar tentang kami sesuka anda. Kami terima apapun dari anda termasuk kepahitan kata-kata anda. terima kasih!

Dipersembahkan oleh - Kopi Sastra | eblogtemplates Semua karya sastra dalam blog ini boleh dipublikasikan ulang dengan syarat mencantumkan Nama Pengarang dan Link KOPI Sastra