09 Desember 2009

Dhuha

mentari seruncing tombak
dhuha menjelma sajak

sujud menjadi jejak
hati pun tak bisa beranjak


Oleh
Moh. Ghufron Cholid

1 komentar:

Kabasaran Soultan mengatakan...

Kau seru IA
Dengan segala seru
Lalu …
Kau berlalu

Kau puja IA
Dengan segala puja
Lalu …
Kau mendua

Kau pinta padaNYA
Dengan segala pinta
Lalu …
Kau berlupa

Jadi …
Untuk apa semua kau lakukan ?.
Bukankah itu sia-sia

Gombal !

Posting Komentar

Silakan berkomentar tentang kami sesuka anda. Kami terima apapun dari anda termasuk kepahitan kata-kata anda. terima kasih!

Dipersembahkan oleh - Kopi Sastra | eblogtemplates Semua karya sastra dalam blog ini boleh dipublikasikan ulang dengan syarat mencantumkan Nama Pengarang dan Link KOPI Sastra