05 Desember 2009

Bumi, Langit, dan Tulang

Bumi menabuh genderangnya.
Meliukkan tubuhnya.
Melawan segala keacuhan.

Langit meniup sangkakalanya.
Menggetarkan rongganya.
Menantang segala kesombongan.

Teriakan perang telah terdengar.
Meluluhlantakkan segala kebesaran.
Meninggalkan tulang ringkih dalam kekosongan.

Hingga sebuah tunas hidup menampakkan wajahnya dalam kesederhanaan.

04.05 231109
sesudah hargai aku


oleh
Daesy christina

1 komentar:

tica ajach mengatakan...

emmm, bajus kuq, gimana caranya nulis disini ya?

Posting Komentar

Silakan berkomentar tentang kami sesuka anda. Kami terima apapun dari anda termasuk kepahitan kata-kata anda. terima kasih!

Dipersembahkan oleh - Kopi Sastra | eblogtemplates Semua karya sastra dalam blog ini boleh dipublikasikan ulang dengan syarat mencantumkan Nama Pengarang dan Link KOPI Sastra