06 September 2009

Fajar Itu

Fajar itu masih menyapaku halus
Jendela mata baru terbuka
Menyongsong pagi penuh optimis

Fajar itu memecah tangis
Di gendang telingaku
Merintih
Bahkan seluruh dunia

Fajar itu menyisakan sendu
Namun satu keajaiban
Terbelalak di kelopak mataku

Masjid itu
Dia tersenyum
Menyapa tangis warga
Menenangkan gundah jiwa
Dengan gemuruh tasbih
Mengajak kita semua
Tuk lebih mendekat
Pada Sang Serba Bisa


Oleh
Areev Wahyu


4 komentar:

Kabasaran Soultan mengatakan...

Nice poem ...
Mari kita sholat berjamaah...

yuni mengatakan...

i like it...bagus....

KOPI Sastra mengatakan...

mari kita terus berbuat baik

Umi Rina mengatakan...

Umi merinding bacanya...nice poem!!!*two thumbs up*

Posting Komentar

Silakan berkomentar tentang kami sesuka anda. Kami terima apapun dari anda termasuk kepahitan kata-kata anda. terima kasih!

Dipersembahkan oleh - Kopi Sastra | eblogtemplates Semua karya sastra dalam blog ini boleh dipublikasikan ulang dengan syarat mencantumkan Nama Pengarang dan Link KOPI Sastra