21 Agustus 2009

Congkaknya Tahi

Mataku telanjang bulat
Di samping aula fakultas ekonomi aku terpojok
Terkucilkan oleh budaya minyak wangi dan Cardigan
Suaraku terkunci suara-suara yang lewat silih berganti

Terkadang suara itu beradu
Suara-suara datang bersama tahi-tahi yang berjalan anggun
Atau berjalan congkak
Berjalan congkak
Meski sebenarnya tahi



Mei 2009
Oleh
Nugraha

1 komentar:

harijogja mengatakan...

mungkin bukan tahi dalam persepsi saya...
puisi bukan cuma maki maki bos

Posting Komentar

Silakan berkomentar tentang kami sesuka anda. Kami terima apapun dari anda termasuk kepahitan kata-kata anda. terima kasih!

Dipersembahkan oleh - Kopi Sastra | eblogtemplates Semua karya sastra dalam blog ini boleh dipublikasikan ulang dengan syarat mencantumkan Nama Pengarang dan Link KOPI Sastra