05 Juli 2009

Melodi Pagi

Sesekali kudengar kicaunya
di antara bising putaran mesin
dan irama air yang bertetesan.

Sesekali kudengar sunyinya
di antara klakson yang menggema
dan lalu lalang kaki menuju matahari.

Sebuah melodi pagi
yang takkan pernah ada di sisi hari yang lain

Sesekali kudengar kicaunya
di antara bising putaran mesin
dan irama air yang bertetesan.

Sesekali kudengar sunyinya
di antara klakson yang menggema
dan lalu lalang kaki menuju matahari.

Sebuah melodi pagi
yang takkan pernah ada di sisi hari yang lain



oleh
Daesy Cristina

5 komentar:

Wahyu firmanto mengatakan...

HebAt,,

Q11901 mengatakan...

Bagus

swa mengatakan...

siiiippp...

Anonim mengatakan...

jadi bergairah

Anonim mengatakan...

idenya bagus...
tapi untuk dapat dikatakan sebagai puisi, pilihan kata2 yang digunakan masih terlalu gamblang, sehingga tidak mencerdaskan pembaca untuk memahami puisi.
seperti deskripsi suatu cerita yang ditulis berbait-bait saja, bukan puisi.
keep write!

Posting Komentar

Silakan berkomentar tentang kami sesuka anda. Kami terima apapun dari anda termasuk kepahitan kata-kata anda. terima kasih!

Dipersembahkan oleh - Kopi Sastra | eblogtemplates Semua karya sastra dalam blog ini boleh dipublikasikan ulang dengan syarat mencantumkan Nama Pengarang dan Link KOPI Sastra