23 Mei 2009

Semut Terinjak Lagi

Orang sekarang tak boleh sedikitpun mendapatkan kekuasaan
Merasa aku yang paling tinggi
Semuanya tidak pernah bertanya
Karena menurutnya tidak perlu bertanya
dan tak takut kepada siapa pun

Segala macam dimakan
Tak ada yang berani memarahinya takut dengan kekuasaan
Segalanya diambil tak ada yang berani serobot
Takut kalau nantinya malah diserobot

Orang kecil itu sukanya cuma nasi
Itupun hanya senin-kamis walaupun hanya dengan buncis
Orang besar malah banyak yang tidak waras
Merasa besar merasa besar yang besar
Semua yang dimau hanya yang besar



Gunung, sungai, kebun, laut, sawah
Sampai-sampai keringat orang pun dimakan
Mumpung ada kesempatan mumpung kuat dengan jabatan

Orang sengsara walaupun hidup sengsara
Kalau harus maling pikir-pikir dulu
Tapi yang kaya yang segalanya ada
Semua mencuri uang negara tanpa dengan rasa

Yang kecil orang melarat masih banyak yang melakukan shalat
Mereka merinding hamper mati jika melakukan maksiat karena takut
Kenapa orang konglomerat banyak yang jadi bangsat
Moral bejat iman renghat yang besar konglomerat
Banyak yang menjadi bangsat

Yang banyak uang di bank mendadak membeli gudang
Banyak oknum haram jadah berpesta menimbun barang
Sembako... sembako... kemanakah sembako
Sembako bingung terkapar diam digudang orang gila
Orang kecil seperti semut sebentar-sebentar keinjak




Oleh
Janwar

2 komentar:

bibicriwis mengatakan...

Yang suka bersastra, mengalihkan perhatiannya ke kopisastra dengan harapan dapat menyampaikan isi hati dan uneg-uneg pikiran lebih indah... :D

Noor's blog (inside of me) mengatakan...

semut memang kecil tapi temennya bua..nyak!, kalau terinjak kenapa tak menggigit

Posting Komentar

Silakan berkomentar tentang kami sesuka anda. Kami terima apapun dari anda termasuk kepahitan kata-kata anda. terima kasih!

Dipersembahkan oleh - Kopi Sastra | eblogtemplates Semua karya sastra dalam blog ini boleh dipublikasikan ulang dengan syarat mencantumkan Nama Pengarang dan Link KOPI Sastra