20 Mei 2009

Hilang Kata

Sudahkah kau temui malammu hari ini
Didekap pengap
sepimu cuma sendiri

Akankah kau berharap hujan
temani langkah dalam mimpimu?
Tempatmu berlari tiada lelah

Aku berbaring di kubur bisuku
masihkah aku berharap melihatmu yang membangunkanku?


Oleh:
Mega Nastasia Aryani

5 komentar:

Anonim mengatakan...

Aku melihatmu berbaring
tak nampak kesedihan melintas di wajahmu
aku dekati
engkau datar

aku lebih dekat
senyummu mengecil

kusentuh engkau, berharap kau dapat bangun dari nantian panjang
berharap engkau dapat melihatku dangan senyumanmu
tapi kau tak senyum malah

maaf,ternyata memang aku bukan yang kau tunggu

bibicriwis mengatakan...

Tiada terik dengan mataharinya
Tiada malam dengan bulannya
Tiada detak dengan jantungnya
Tiada senyum tanpa wajahmu yang terbingkai
Tetaplah menanti hingga waktu terus berganti
Karena tiada kesan tanpa hadirmu di sudut hati...

bibicriwis mengatakan...

Kata-katamu indah terlukis jelas
Dengan bahasa kalbumu kaurangkai dengan penuh hikmah
Tiada yang kan luput dengan yang satu itu,
Tapi harapku jangan dulu...
Bukan tak kusuka, tapi kata-katamu sungguh masih kutunggu di kopisastra... :f

bibicriwis mengatakan...

Maaf, saya salah memasukkan komentar yang kedua ke tempat mbak Mega. Seharusnya ini saya masukkan ke komentarnya Wahyudimalam hari. Sekali lagi, maaf ya.... :F

Noor's blog (inside of me) mengatakan...

wah..komenku dihapus ya ? sorry klo salah tulis..

Posting Komentar

Silakan berkomentar tentang kami sesuka anda. Kami terima apapun dari anda termasuk kepahitan kata-kata anda. terima kasih!

Dipersembahkan oleh - Kopi Sastra | eblogtemplates Semua karya sastra dalam blog ini boleh dipublikasikan ulang dengan syarat mencantumkan Nama Pengarang dan Link KOPI Sastra