05 Maret 2009

Pertiwi yang Demam

suara hati dibohongi lagi
dengan tipu muslihat firaun
suara hati dipecundangi lagi
oleh raga malaikat berhati iblis

mata melihat padang rumput yang indah
hati merasa padang yang gersang
kaki menginjak surga yang sejuk
tanganku pun merasakan duri yang menggigit

kapan semua akan sirna
kebohongan berubah menjadi demam
kapan semua akan sirna
kecurangan yang bertopeng kewajiban

sakit hati merasakannya
sakit hati merabanya
sakit hati menciumnya

kalau pun ada sesuatu
yang dapat menyejukkan hati
maka adakanlah sesuatu itu
tapi sekali lagi kita telah dibohongi

kala pertiwi berselimut duka
demam yang berkepanjangan
karena kehujanan yang tak berawan
kenapa kalian hanya tertawa

seolah tak terjadi apa-apa
seolah kalian tak berdosa sama sekali
tahukah apa yang kalian perbuat
semua membuat lambat laun pertiwi akan mati




oleh
Restie Nuraina Ulfa

2 komentar:

umi rina mengatakan...

sampai kapan Pertiwiku kan luka
oleh tangan-tangan manusia bebal
mungkinkah esok atau lusa
hadirkan manusia-manusia berbudi luhur
menutup luka mengharumkan pertiwiku...

Dhe mengatakan...

:( pertiwiku hingga tujuh turunan nanti akankah pulih dari sakit ini :(

Posting Komentar

Silakan berkomentar tentang kami sesuka anda. Kami terima apapun dari anda termasuk kepahitan kata-kata anda. terima kasih!

Dipersembahkan oleh - Kopi Sastra | eblogtemplates Semua karya sastra dalam blog ini boleh dipublikasikan ulang dengan syarat mencantumkan Nama Pengarang dan Link KOPI Sastra