13 Januari 2009

Kau Cahaya

kau lilin yang berpijar di kegelapan hatiku
menyinari relung-relung hatiku

kau lentera saat hatiku diterpa badai
tunjukkan jalan saat ku tersesat

saat lampu mata hatiku mati
saat sinarnya tak terang lagi

kau datang membawa cahaya


oleh
wahyudimalamhari

4 komentar:

Umi Rina mengatakan...

Saat lampu mata hati tak lagi bersinar terang,
Saat itulah manusia sang khalifah tak lagi benderang,
Karenanya, asahlah selalu mata hatimu dengan dua cahaya yang takkan pernah padam ataupun redup cahayanya...

Dhe mengatakan...

romantisnya... :X

Anonim mengatakan...

puisi umi rina bagus,sederhana...tapi mempunyai pesan n makna yg dalam...
tolong ajarin aq dalam membuat puisi..
okeh...

ney mengatakan...

li2n yg merelakan tubuhnya habis terbakar unt menerangi sekitar.
manis bgt......:)
ney.....

Posting Komentar

Silakan berkomentar tentang kami sesuka anda. Kami terima apapun dari anda termasuk kepahitan kata-kata anda. terima kasih!

Dipersembahkan oleh - Kopi Sastra | eblogtemplates Semua karya sastra dalam blog ini boleh dipublikasikan ulang dengan syarat mencantumkan Nama Pengarang dan Link KOPI Sastra