18 Desember 2008

Sesatku dalam Andromeda-Mu

dalam lumpur kepengapan
kau tenggelamkan aku dalam telaga air mata cemara
Saat semburat jingga mematikan tiap inchi kornea mataku
lalu berjelagalah segala sesak klewang di dada

aku mencarimu dalam tiap galaksi
Tiap revolusi aku singgahi
Entah terbakar pada dinding yang mana
Atau menghilang pada ruang-ruang hampa penuh luka
tak kutemukan pintu muka-Mu
yang ada hanya deraan panas setan-setan dunia
dan aku makin larut dalam balutan apinya
lalu Kau di mana?
Di Andromeda?


oleh
Mely A.

1 komentar:

Riema Ziezie mengatakan...

sedang mencari Tuhan ya...Tuhan akan bisa kira rasakan keberadaannya, kita akan merasakan pengawasannya saat kita hendak berbuat tidak baik shg kt membatalkannya, kita merasakan kasih sayangnya dikala kt senang ataupun gundah gulana hanyalah kepada-Nya kita bergantung dan kembali

Posting Komentar

Silakan berkomentar tentang kami sesuka anda. Kami terima apapun dari anda termasuk kepahitan kata-kata anda. terima kasih!

Dipersembahkan oleh - Kopi Sastra | eblogtemplates Semua karya sastra dalam blog ini boleh dipublikasikan ulang dengan syarat mencantumkan Nama Pengarang dan Link KOPI Sastra