18 Desember 2008

Negeri Langit

Hujan turun membawa imajinasi magis sore ini,
sebelumnya panas mengawali memberi tanda bagi manusia,
mendung sedikit mengibar agar ditengok keberadaannya,
sungguh hidup yang sarat akan makna sore ini,

Mungkin negeri langit sedang mencuci lantainya,
membersihkan sampah gundah yang dilempar manusia,
banyaknya jamur-jamur rintihan karena titipan,
menguras banjir air mata dan mengeringkannya,

Sejenak langit membiru cerah sembari melambai,
mengisyaratkan waktu bagi penghuni dunia bergerak,
merpati tampak buru-buru menuju peraduannya,
tak kalah akupun memerdekakan langkah berlari,

Teringat sebelumnya di ladang domba bercanda berdua,
"Aku ingin langit mengerti keinginanku." katamu,
"Titipkanlah pada domba-domba di padang ini." kataku,
Tak percaya kamu tatap mataku dalam dalam dan dalam,

Akhirnya kamu sungging kan senyum dan mendekat,
kamu peluk dan bisik keinginan di telinga mereka,
"Aku tandai keinginanku untuk bahagia." katamu,
"Iya, mereka pasti akan menyampaikannya." tatapku,

Pelarianku mengendapkan keinginanmu jauh dalam hati,
dan tetes itu terlihat jatuh bersama hujan yang dingin,
dibalik surga indah, tepian puncak gunung, hutan sejati,
"Aku terima bisikanmu sore ini." bisikku sesak di hati.


oleh
dexter

1 komentar:

Quantum Phobia mengatakan...

Hi, could u please translate those worlds in English???

Posting Komentar

Silakan berkomentar tentang kami sesuka anda. Kami terima apapun dari anda termasuk kepahitan kata-kata anda. terima kasih!

Dipersembahkan oleh - Kopi Sastra | eblogtemplates Semua karya sastra dalam blog ini boleh dipublikasikan ulang dengan syarat mencantumkan Nama Pengarang dan Link KOPI Sastra