25 Desember 2008

Karena Engkau Ayah

sama dilihat
sakit dirasa
malu untuk berkaca

ketika tangan jarang menyentuhmu karena takut
saat suara tak lantang di depanmu karena sungkan
hanya diam
dingin melihat matamu karena sekat

gurat wibawamu membuatku ciut melawanmu
tegak badanmu yang sedikit lemah membuatku gemetar menyentuhmu

ketika kau mendekatiku
luluh air mataku di depanmu
malu hatiku tertunduk sangat
karena kasih sayangmu padaku

sempat aku ragu
karena kau begitu dingin dan kaku
aku malu karena kau yang lebih merendah dibanding aku

Tuhan aku sayang ayahku
meski kaku padaku
Ia sesalu menyelimutiku dalam dingin angin malam
selalu melindungiku meski daengan luapan emosi
tapi sentuhan tangannyalah membuatku luluh

ayah maafkanlah aku
anak durhakamu ini tak tahu malu
membuatmu merendah dihadapanku
hanya demi senyumanku padamu

oleh
RaQen

1 komentar:

Dhe mengatakan...

Aku Juga Begitu Sayank Ayah :o

Posting Komentar

Silakan berkomentar tentang kami sesuka anda. Kami terima apapun dari anda termasuk kepahitan kata-kata anda. terima kasih!

Dipersembahkan oleh - Kopi Sastra | eblogtemplates Semua karya sastra dalam blog ini boleh dipublikasikan ulang dengan syarat mencantumkan Nama Pengarang dan Link KOPI Sastra