19 November 2008

Tahun Ini Tahun Kemarin

Di antara awan-awan yang putih warna
Di balik gedung-gedung yang jumawa
Di hangatnya sinar mentari batavia
Di antara mobil-mobil yang tak pernah lelah

2008, hanya menyisakan dua kali hembusan
Rentetan sejarah-sejarah sudah terlupakan
Oleh bencana yang tak mau sendirian
Mengajak sang cintanya bermain dengan akal pikiran

Di antara pedagang buah mangga di Cikini
Di kala sibuknya orang berangkat ke kantor pagi hari
Di saat pak polisi gendut melambai-lambai
Di perempatan jalan. Anak-2 kecil menjajakan "kopi pagi"

Tahun ini, tahun kemarin, tahun sebelumnya
Seperti yang berlalu-lalu sudah
Tak ada lagi nyanyian penyegar dada
Setiap jengkal detik
Setiap jengkal dosa-dosa.

Di antara awan-awan yang putih warna
Rentetan sejarah-sejarah sudah terlupakan
Di perempatan jalan. Anak-anak kecil menjajakan "kopi pagi"
(Sama) Tahun ini, tahun kemarin, tahun sebelumnya

Oleh
Lisno Setiawan

3 komentar:

cyber-cilik mengatakan...

kata2nya membuat aku tersentuh sob...
keren abis

Izwan Sholimin mengatakan...

Teruslah menyihir kata-kata yang akan kau ciptakan mencari ranngkaian yang bermakna

Dhe mengatakan...

di depan sana.. 2009 membentang ^_^
2009 akan menjadi tahun ini tahun kemarin... ^_^

Posting Komentar

Silakan berkomentar tentang kami sesuka anda. Kami terima apapun dari anda termasuk kepahitan kata-kata anda. terima kasih!

Dipersembahkan oleh - Kopi Sastra | eblogtemplates Semua karya sastra dalam blog ini boleh dipublikasikan ulang dengan syarat mencantumkan Nama Pengarang dan Link KOPI Sastra