28 November 2008

Orkesta Debu

Bersama setitik embun dan matahari pagi,
harum debu yang memainkan orkestra pagi harinya,
menyapa setiap lintasan hati untuk sejenak merasa,
sebelum terlambat, tambatan tiada lagi menambat

Cahaya lampu matahari pagi menyemangati mereka,
agar musik tiada berhenti saat embun menguap,
agar lambaian tak berhenti saat datang kotor,
agar cinta terus melambai saat hati terkikis

Termangu tertegun memandang konser debu memanas,
aku termenung, mempercayai mereka di ambang batas,
mereka adalah sejati, dan mereka adalah pasti,
tidak mengenal rias sebagaimana halnya hati

Jalanku menuntun cintaku, inginku menggenggam mataku,
sebelum mimpi sebagai tujuan menutup jalan dan inginku,
Akan ku sebarkan bibit persemaian rasa mengikatmu,
Ku coba angkat, memeluk, menyertai orkestra debu.

"Wangi cinta tiada makna saat mata hati tertutup",

oleh
Dexter

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan berkomentar tentang kami sesuka anda. Kami terima apapun dari anda termasuk kepahitan kata-kata anda. terima kasih!

Dipersembahkan oleh - Kopi Sastra | eblogtemplates Semua karya sastra dalam blog ini boleh dipublikasikan ulang dengan syarat mencantumkan Nama Pengarang dan Link KOPI Sastra