06 November 2008

Langgar dan Pak Tua

Wajahmu terbasuh air wudhu
dari pancoran bambu-bambu
Gemerciknya menabuh irama kesegaran
Disambangi suara azan tanpa corong

Langgar itu masih kecil
Tampak bilik itu masih sombong dan kokoh
seperti laiknya semangatmu
ditantang keriputan kulitmu yang sudah longgar

Lantunan ayat-ayat suci masih berkumandang
Tartil indahmu
Sambil terantuk
waktu menunjuk pukul 12, sudah saat orang "ngantuk"


Metro TV, RCTI, SCTV atau pun TVone
"munajat cinta", "cinta fitri", "empat mata" ataupun "apa kabar indonesia"
terlewat begitu saja

cukup simpel perkataannya
"kula manut ingkang marang dumedi"
"kula manut ingkang wong dhuwur ngatur negara"


Gemercik angin lagi berbunyi....
shubuh pun bersama dingin menjemputnya
"mari kita berangkat sembahyang.
Habis itu kita macul"

Berita pagi pun terlempar jauh sekali....nyaris tak terdengar


Lisno Setiawan

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan berkomentar tentang kami sesuka anda. Kami terima apapun dari anda termasuk kepahitan kata-kata anda. terima kasih!

Dipersembahkan oleh - Kopi Sastra | eblogtemplates Semua karya sastra dalam blog ini boleh dipublikasikan ulang dengan syarat mencantumkan Nama Pengarang dan Link KOPI Sastra